DAMASKUS- Sebuah ledakan menghantam pipa gas di Kota Rastan, Provinsi Homs, Suriah. Tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.
Penyerangan terhadap pipa gas bukan yang pertama kalinya terjadi, sejak aksi unjuk rasa memprotes rezim Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad terjadi di Suriah. Pemerintah Suriah menuding teroris adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan itu.
Namun pihak oposisi Suriah menolak tuduhan tersebut. Mereka menegaskan, rezim Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mencoba memanfaatkan situasi Suriah ditengah isu ekstrimisme agama dan terorisme untuk menggalang dukungan.
Lebih lanjut oposisi mengatakan, Presiden Assad berusaha menggambarkan dirinya sebagai satu-satunya kekuatan yang dapat membuat Suriah kembali stabil.
Sebelumnya, kedatangan tim pemantau Liga Arab di Suriah dinilai tidak membawa dampak positif bagi perdamaian di negara itu. Tindak kekerasan dan pembunuhan masih terus terjadi bahkan ketika Tim Pemantau tengah menjalankan misinya.
"Tim pemantau telah menyaksikan jatuhnya korban, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Gerak-gerik mereka dapat diketahui oleh Pemerintah Suriah," ujar kelompok aktivis HAM Suriah seperti dikutip Associated Press, Selasa, (3/1/2012).
PBB memperkirakan lebih dari 5000 orang tewas akibat demonstrasi anti-Assad sejak pertengahan Maret lalu. Sementara itu para aktivis mengatakan, ratusan orang tewas dalam pekan pertama Tim Pengamat berada di Suriah.
Insiden terakhir terjadi pada Senin lalu. 20 orang dilaporkan tewas, 11 diantaranya berada di Provinsi Homs dan tiga lainnya ditemukan tewas di Provinsi Idlib.(rhs)
Penyerangan terhadap pipa gas bukan yang pertama kalinya terjadi, sejak aksi unjuk rasa memprotes rezim Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad terjadi di Suriah. Pemerintah Suriah menuding teroris adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan itu.
Namun pihak oposisi Suriah menolak tuduhan tersebut. Mereka menegaskan, rezim Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mencoba memanfaatkan situasi Suriah ditengah isu ekstrimisme agama dan terorisme untuk menggalang dukungan.
Lebih lanjut oposisi mengatakan, Presiden Assad berusaha menggambarkan dirinya sebagai satu-satunya kekuatan yang dapat membuat Suriah kembali stabil.
Sebelumnya, kedatangan tim pemantau Liga Arab di Suriah dinilai tidak membawa dampak positif bagi perdamaian di negara itu. Tindak kekerasan dan pembunuhan masih terus terjadi bahkan ketika Tim Pemantau tengah menjalankan misinya.
"Tim pemantau telah menyaksikan jatuhnya korban, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Gerak-gerik mereka dapat diketahui oleh Pemerintah Suriah," ujar kelompok aktivis HAM Suriah seperti dikutip Associated Press, Selasa, (3/1/2012).
PBB memperkirakan lebih dari 5000 orang tewas akibat demonstrasi anti-Assad sejak pertengahan Maret lalu. Sementara itu para aktivis mengatakan, ratusan orang tewas dalam pekan pertama Tim Pengamat berada di Suriah.
Insiden terakhir terjadi pada Senin lalu. 20 orang dilaporkan tewas, 11 diantaranya berada di Provinsi Homs dan tiga lainnya ditemukan tewas di Provinsi Idlib.(rhs)
source : okezone.com







0 komentar:
Posting Komentar